Refleksi

Banyak penyakit yang bisa disembuhkan dengan melakukan pijat refleksi.

Tetapi refleksiologi oleh orang-orang Tiongkok kuno dapat diartikan sebagai sarana penyembuhan. Ini berbekal pengalaman di zaman para pendekar/jawara dahulu, bila telah selesai bertarung, pijat selalu dipakai untuk penyembuhan atau mengobati penyakit.

Saat zaman yang serba megah dan mewah, pijat refleksi kembali tampil. Contoh di mal-mal besar di salah satu sudut terdapat pijat refleksi. Bahkan di kalangan sibuk seperti para artis, refleksi masih dipilih untuk menurunkan stres atau mengusir kepenatan.

Usaha membuka praktek pijat memang salah satu usaha yang mudah di Indonesia. Jika pemerintah tidak memberikan persyaratan yang tegas, kualitas pijat semakin buruk.
Sehingga pengertian pijat sudah bukan lagi pengobatan, tetapi berganti menjadi tempat prostitusi terselubung. Ini sangat disayangkan.

Pijat, bila dikerjakan oleh seorang terapis yang memiliki ketrampilan yang baik dan teknik memijat dengan benar, dapat jadi alternatif pengobatan yang hemat biaya.

Pijat refleksiologi adalah jenis pengobatan yang mengadopsi kekuatan dan ketahanan tubuh sendiri. Dengan cara memberikan sentuhan pijatan pada lokasi dan tempat yang sudah dipetakan sesuai pada zona terapi.

Zona adalah wilayah/daerah yang dibentuk garis khayal (abstrak). Untuk menerangkan suatu batas dan letak reflek-reflek yang berhubungan langsung dengan organ-organ tubuh.

Zona di dalam tubuh manusia, adalah garis khayal yang membentang di seluruh tubuh digunakan sebagai patokan menerangkan batas dan letak refleks yang berhubungan langsung dengan organ-organ tertentu.

Rasanya tidak berlebihan jika saja pijat harus dijaga keasliannya. Menjaga keaslian pijat refleksi adalah dengan cara:
Bila Anda diterapi, pilihlah seorang terapis yang memahami anatomi dan kelemahan Anda. Jadi, setelah selesai refleksi tubuh Anda menjadi fit dan segar