artikelby: riesmi on: 2012-04-05 00:05:38 telah dilihat sebanyak 2148

Pijat : Naluri Alamiah Manusia dan Binatang

Menggosok adalah naluri alamiah sehingga manusia, bahkan binatang mamalia pun tahu bahwa sentuhan dapat menghilangkan rasa sakit dan menciptakan rasa nyaman. Pijat lahir dari kecendrungan tersebut dan menjadi terapi awal umat manusia.

Orang-orang dulu sering kali melakukan pijatan atau sentuhan dalam menyembuhkan sakit pada tubuh. Buktinya, banyak manusia pra sejarah yang memijat otot-ototnya dan menggosokan tubuh mereka dengan tanaman obat atau minyak untuk menyembuhkan atau melindungi tubuh.

Mesir merupakan negara yang sudah memiliki struktur sosial yang baik pada 5500 tahun lalu dan sudah mengadopsi teknik pijat. Imhotep, seorang arsitek sekaligus dokter, telah mencatat pengetahuannya tentang minyak aromaterapi yang dibuat dari tumbuhan aromaterapi, minyak, dan lemak.

 

Perkembangan Pijat di Eropa dan Amerika

Yunani lebih menyerap teknik pijat dari Mesir. Baru pada tahun 326 SM, orang-orang Yunani belajar pengobatan Ayurveda dari India.

Sedangkan Roma belajar dari teknik pengobatan Yunani dan orang-orang Romawi sangat senang dengan mandi dan pijat seluruh tubuh. Pada akhir kekaisaran Romawi, pijat dikaitkan dengan kesenangan sehingga Kaisar Konstantin menghapus tempat pemandian dan gedung olehraga karena mencurigai adanya pelanggaran seksual. Sampai di situ, perkembangan pijat terhenti, tapi banyak buku mengenai teknik pijat yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia oleh Hunayn Ibnu Ishaq pada abad 9. Sehingga pada abad pertengahan, Ibnu Sina atau Avicenna menggabungkan teknik pijat dalam cara pengobatannya.

Dalam rentang waktu itu, pijat sangat dihargai di Afrika dan Asia karena dapat menyembuhkan penyakit. Lain halnya dengan di Eropa yang lebih kepada pendapat sebagai ilmu sihir. Baru pada saat Ratu Mary dari Skotlandia mencoba pijatan dari Ambroise Pare, Eropa kembali tertarik. Apalagi saat Per Henrik Ling mengembangkan Swedish Massage di awal 1800.

Antara tahun 1884 – 1885, The Society of Trained Masseuses dibentuk di Inggris dan Sir William Bennett melakukan pijat di St George’s Hospital, London.

Masyarakat di Kepulauan Pasifik Selatan melakukan pijat di dalam maupun di luar air selama beratus-ratus tahun lalu. Seperti halnya Lomilomi yang merupakan teknik pijat penyembuhan tertua di Hawaii. Setiap pagi orang Hawaii melakukan lomi (pijat) untuk menyeimbangkan badan, jiwa, dan pikiran mereka. Teknik pijat ini diketahui oleh setiap keluarga dan memiliki teknik sendiri-sendiri. Sekarang, teknik pijat dari Hawaii lebih kepada pelepasan stres.

Orang-orang asli Amerika menggunakan panas dan pijat untuk mengatasi berbagai keluhan tubuh. Seperti suku Cherokee, Penias, dan Navaho yang menggosok-gosokan prajuritnya sebelum dan sesudah berperang. Sedangkan suku Acoma dan Laguna memijat otot dengan tanaman untuk menghilangkan kram. Setiap suku asli Amerika memiliki cara tersendiri dalam teknik pijat. Sedangkan Teknik pijat dari Swedia, Jerman, dan Perancis, baru masuk ke Amerika Serikat sekitar tahun 1800-an.

Pijat Terapi seperti yang kita kenal sekarang tumbuh dari tahun 1960-an, muncul sebagai sebuah profesi di tahun 1970-an dan 80-an dari sekolah seperti Institut Esalen di Big Sur, California. Berbagai teknik pijat banyak berkembang sampai sekarang, termasuk aplikasi untuk perkembangan tubuh, pelepasan emosi, dan keseimbangan (tubuh-jiwa-pikiran).