artikelby: riesmi on: 2012-03-22 00:08:07 telah dilihat sebanyak 2225

Hewan Untuk Membantu Terapi

"Kebanyakan orang berpikir menempatkan di rumah jompo untuk menghibur orang tua atau di pusat-pusat terapi, namun menggunakan binatang bisa jauh lebih baik," ujar Bill Kueser, wakil presiden Delta Society, seperti dikutip dari HealthDay.

Kueser menuturkan hewan telah menjadi bagian dalam berbagai jenis psikoterapi, terapi fisik dan juga terapi untuk krisis atau bencana. Beberapa binatang kadang memiliki manfaat tersendiri.


  1. Anjing digunakan untuk terapi menenangkan

  2. Kucing dan burung beo biasanya dimasukkan dalam terapi untuk orang-orang yang cenderung bertindak agresif atau memiliki masalah dalam hal kontrol

  3. Hewan-hewan besar seperti kuda biasanya digunakan untuk terapi membantu remaja yang memiliki masalah dalam mengontrol perilakunya, serta membantu remaja mengatur emosi.

 

"Orang yang menjalani terapi fisik bisa mendapatkan kembali kemampuan motoriknya melalui bantuan hewan. Bahkan hewan bisa membantu menenangkan seseorang yang berada dalam situasi stres," ujar Kueser.

Sebuah studi baru menemukan terapi dengan anjing bisa membantu meringankan kecemasan pasien yang akan melakukan pemeriksaan MRI, dan efek ini tidak memberikan efek samping terhadap hasil pemeriksaan.

"Kami menemukan orang yang menghabiskan waktu menunggu ditemani anjing melakukan pemeriksaan lebih tenang ketimbang yang tidak," ujar Dr Richard Ruchman, ketua radiologi dari Monmouth Medical Center di Long Branch.

Selain itu hewan-hewan ini juga berguna untuk terapi krisis, seperti diungkapkan Amy Rideout dari HOPE Animal-Assisted Crisis Response bahwa terapi anjing bisa membantu psikologis seperti mengurangi stres dan membuat korban-korban serangan teroris 9/11 menjadi lebih terbuka.

Saat ini hewan anjing masih lebih banyak digunakan untuk terapi, hal ini karena anjing lebih mudah untuk diajarkan dan masuk dalam komunitas tertentu karena adaptasi yang lebih cepat.

"Interaksi dengan anjing bisa membantu menurunkan tekanan darah, pernapasan yang lebih stabil, mengurangi kadar hormon stres serta meningkatkan kadar hormon yang menenangkan," ujar Kueser.