artikelby: Hommy on: 2012-02-16 04:11:43 telah dilihat sebanyak 2204

Manfaat Spa untuk Si Kecil

Perawatan bayi untuk si kecil kira-kira apa saja ya? Anda pernah melakukan ritual spa? Bila memang pernah, tentu Anda telah merasakan nikmatnya melakukan spa tersebut. Selain tubuh Anda akan terasa lebih ringan, segala kepenatan pikiran pun akan hilang bukan? Namun ternyata, spa tidak hanya dibutuhkan oleh orang-orang dewasa karena bayi pun membutuhkannya untuk kesehatan dan tumbuh kembangnya. Selain itu, dengan melakukan spa seorang bayi juga akan memiliki kekebalan tubuh yang baik, terhindar dari masalah pencernaan serta kualitas tidurnya akan meningkat.

 

Tahapan spa untuk bayi tak jauh berbeda dengan spa untuk orang dewasa, namun semuanya diberikan dengan porsi dan fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan sang bayi. Spa untuk bayi juga penting untuk mendeteksi kelainan tubuh sejak dini karena bayi belum bisa mengadu pada orangtuanya bila badannya merasa sakit atau keseleo. Dengan melakukan spa, tubuh sang bayi akan "diperbaiki" sekaligus merasakan relaksasi yang nyaman serta baik untuk perkembangan jiwanya. Umumnya, spa untuk bayi terdiri dari berenang, berendam, serta pijat (massage).

 

Saat berenang, seorang bayi akan terlatih gerakan motoriknya karena kaki dan tubuhnya akan bergerak-gerak, selain juga akan mencegah gangguan pernafasan. Sementara saat berendam, bayi akan melakukan relaksasi karena umumnya anak-anak saat ini memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Yang perlu diingat, saat bayi Anda berenang maupun berendam, air yang digunakan tidak boleh terlalu panas karena dapat membuat pembuluh darah perifer melebar yang akan mengurangi aliran darah ke jantung.

 

Sedangkan pijat pada bayi selain memberikan manfaat relaksasi, juga akan membantu memperbaiki pencernaan serta memperlancar sirkulasi darah sang bayi. Umumnya bayi sering mengalami masalah pencernaan saat menyusui. Dengan pijat ini, masalah pencernaan yang disebut kolik atau kembung ini akan teratasi karena usus akan bekerja dengan baik saat mencerna ASI.

 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Touch Research Institute di University of Miami School of Medicine, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa berat badan bayi yang terlahir prematur akan naik sebesar 47% setelah dipijat sebanyak 3 kali sehari dengan durasi masing-masing 15 menit, yang dilakukan selama 10 hari. Hal tersebut disebabkan karena stimulasi pijat akan merangsang syaraf vagus otak yang melepas sekresi hormon penyerap makanan, termasuk juga insulin. Selain itu pijatan juga diketahui akan melepas zat yang mirip dengan serotonin, yaitu neurotransmitter yang dapat mengatasi rasa sakit serta menurunkan hormon stres.

 

Meski begitu, pijat yang sama pentingnya dengan asupan vitamin dan mineral bagi bayi ini harus dilakukan dengan teknik yang benar sesuai dengan fase pertumbuhan sang anak. Hal tersebut dikarenakan oleh fisik bayi yang masih rapuh dan memiliki sensitivitas berlainan. Teknik pemijatan yang dilakukan juga janganlah terlalu keras karena tulang bayi masih lunak. Selain itu alur pemijatan juga harus mengikuti peredaran darah dan metabolisme tubuh.

sumber:  melindacare